Selasa, 02 September 2008

Terima kasih, Karma

Well. Empat hari. Anggap aja ini sebagai rekor saya pacaran. Begitu saya menerima pesan singkat dari laki saya, saya sekejap tersenyum. Bener kan? Pasti ga lama-lama deh. Wong kapan kami mulai pacaran saja sudah tidak jelas. Mungkin karena selama ini saya selalu melihat dan menuntut hal dari yang jelas-jelasnya saja, saya pun butuh sesuatu yang tidak jelas. Dan nampaknya kebutuhan saya itu sudah terpenuhi.

Setelah tersenyum, ketidakmengertianlah yang saya pikirkan. Di pesan tersebut ada kata ‘menyakiti’ dan ‘membohongi’. Waw, percaya diri benar lelaki ini. Saya pikir dia tahu kalau dari awal kita cuma main-main saja. Tapi nampaknya dia beranggapan saya serius sama dia. Dan membohongi? Mau mencoba mengalahkan saya dalam hal ini? Wong saya ‘avatar’nya dalam berbohong. Kalau dia bisa membohongi saya, saya akan lebih membohongi dia, malah bisa sampai orang-orang dekatnya juga saya bohongi. Agak jahat memang, tapi itulah akibatnya mau coba-coba ngalahin saya. Karena saya paling tidak suka dibohongi. Bukan apa-apa. Saya merasa sayalah yang paling jago berbohong, tapi berani-beraninya ada yang bohongin saya.

Sayapun membalas pesannya dengan sejuta kebohongan yang lebih membohongi dari kebohongan yang katanya sudah ia lakukan terhadap saya. Awalnya saya ingin bertanya, bagian mananya yang dia bohong sama saya? Tapi takutnya dia akan lebih kaget kalau saya bilang, saya pun juga sudah membohonginya dari awal. Untungnya hubungan yang tidak jelas ini hanya berlangsung sebentar, dan untungnya juga saya belum boleh berpuasa. Jadinya saya tidak perlu takut pahala puasa saya akan berkurang hanya karena mengadu ahli bohong dengan laki saya itu. Yah, syukur-syukur kalau berlangsung lebih lama. Toh saya sebagai pihak yang tidak akan dirugikan. Yang ada dialah nantinya yang akan merasa rugi dan akhirnya berhenti membohongi saya. Kalaupun dia sudah berhenti membohongi saya, tak tentu juga saya akan berhenti membohonginya.

Semua hubungan membutuhkan kepalsuan, bukan? Hubungan saya sama orang tua saja sering diisi dengan kebohongan, apalagi dengan seseorang yang baru saya kenal, tidak ada hubungan darah pula. Sama Tuhan saja, jujur, saya sering berusaha membohonginya. Jangankan Tuhan, sama diri sendiri aja saya sering berbohong, apalagi yang lain-lain. Tapi bukan maksud saya menjelek-jelekan diri sendiri, karena nampaknya banyak juga orang yang sama seperti saya. Pernah berbohong terhadap diri sendiri, Tuhan, orang tua, anak, teman, tetangga, dan lainnya. Tak perlulah saya umbar semuanya juga. nanti para pembohong seperti saya berusaha berbicara jujur, seperti apa yang saya sedang lakukan dalam menulis tulisan ini, lalu akhirnya tak ada satu pun pembohong yang tinggal. Wah, akan hambar sekali sebuah hubungan tanpa kebohongan nantinya.

Dan bukan berarti saya bisa seenaknya membohongi orang. Saya (mudah-mudahan) tidak akan membohongi orang yang tidak pernah membohongi saya pula. Mungkin karena sudah ahli, naluri saya pun bekerja dengan baik dan dapat mengenali ciri-ciri orang berbohong. Kalau-kalau saya mendapati orang yang berbohong terhadap saya, saya pun jadi gemes dan tidak sabar membuat dia mengalami enaknya dibohongi. Karena dibohongi akan menimbulkan sensasi luar biasa, seperti marah, bingung, nangis, dendam, bahkan sampai bunuh diri. Betapa berbohong itu hebat, bukan? Makanya saya memilih untuk menekuni bidang ini.

Dan saya percaya karma. Buat saya karma selalu bekerja di dunia ini, di belahan manapun. Karena perbuatan saya itu, saya juga jadi sering dijenguk sama karma. Salah satunya, ya berakhirnya hubungan tidak jelas ini. Saya tahu saya juga pernah membohongi mantan laki saya dulu dengan cara seperti apa yang laki empat hari saya lakukan. Kemudian sekarang terjadilah kepada saya. Setiap karma yang datang ke saya, saya anggap sebagai peringatan. Bahwa selain berbohong, ada yang lebih hebat. Yang selalu terjaga dan memperhatikan sekecil apapun gerak-gerik saya, yakni Tuhan.

Terus kalau nanti ada yang ketemu sama si karma, bilangin makasih deh dari gue.

1 komentar:

funcysm mengatakan...

ya oloooh ikee !! ckckckck !