Selasa, 19 Agustus 2008

epilog lebahati: keperihan munafik

sudahlah, memang bukan masanya

daripada menjadi sesuatu yang tak pernah kasat

hapuslah, pergilah engkau!

beribu syair berkiblatkan padamu

hingga jiwa ini tak lagi sanggup meramu

rerupaan yang kian semu

waktu yang pemalu menjadi saksi

atas semua kebisuan yang kita buat

berat dan mencuat

yang akhirnya membuat diri tak lagi kuat

kalau memang tak pernah kau rasa

jangan buat aku memiliki asa

tak pelak semuanya hadir untuk sia-sia

merenggut detik yang akhirnya terpejam

meredam, awak amarahku

teriakanlah “tidak!” itu

agar aku dan orang-orang itu tahu

apa yang kukorbankan bukan lagi sesuatu

tahu-tahu hanya batu

meringkuk lalu jadi busuk

epilog:

ya, berbohong dan menunggu

itu munafik

itu manusia, lebahati

ya, itu aku



*sumpah, "lebahati" gue sendiri yang bikin

1 komentar:

Anonim mengatakan...

iya .. iyaa..
percaya gw ..