Senin, 24 November 2008

bisa ya, bisa tidak

ngahah.. tersenyum nyinyir gue setelah baca blog seseorang. kocak aja, kenapa gue ga dilahirin pas masa filosof athena aja? jadi gue ga usah repot-repot ngejawab pertanyaan-pertanyaan ini dan mencoba membantu orang untuk memandang kehidupan dalam suatu perspektif baru (weits, weits). dan mungkin ini adalah tulisan gue yang paling sok tau sepanjang sejarah gue idup. jadi kalo ga setuju ya gapa-pa. liat aja dewi persik ama saepul jamil. meski berseteru di media massa, dewi persik sakit, bang ipul mau ngejenguk. jadi, suatu saat perbedaan akan menemukan titik temu walau butuh berabad-abad (ga nyambung).
kalo Tuhan itu beneran ada gimana?
yaa tergantung sama apa yang lo anut. kalo dari awal lo tau, yakin dan bisa ngebuktiin kalo Tuhan itu memang ada, yaa lo ga perlu melontarkan pertanyaan seperti itu. kenapa harus bertanya seperti itu? apa ga lebih baik kita bertanya: ‘apakah Tuhan benar-benar ada?’ sebelumnya. ‘janganlah mengambil kesimpulan terlebih dulu’. itu yang gue pelajarin dari filsafat. gue ingin menjelaskan pada dasarnya antara filosof dan manusia biasa tidak ada perbedaan. seperti kata plato, semua manusia terbagi atas tubuh, jiwa, sifat dan negara. seperti yang gue baca di dunia sophie: anggap kita semua hidup di balik bulu seekor kelinci putih yang dikeluarkan dari topi pesulap. kita semua bertambah umur. sebagian merasa begitu nyaman hidup di bulu kelinci itu dan makin melesak ke dalam. tapi sebagian lagi berusaha untuk memanjat bulu-bulu halus itu. mereka mencoba untuk menatap langsung mata si pesulap. mereka kadang jatuh, saking halusnya bulu tersebut. namun mereka tidak pernah menyerah. nah, mereka itulah para filosof. saat semua orang terbiasa dengan keadaan yang sudah ada, mereka berusaha mencari jawaban yang bermunculan di kepala mereka tentang segala kehidupan ini.
jadi kalo Tuhan itu beneran ada gimana? mungkin pertama-tama Tuhan akan memarahi gue karena pernah tidak percaya denganNya.

terus gimana dengan kefanatikan atas agama masing-masing?
kita tidak harus menjadi seorang fanatik. kalo gue pikir, fanatik itu kan yang bener-bener taat tanpa mempertanyakan kenapa dia harus ngelakuin ini-itu. dan gue bukan tipe orang yang kayak gitu. bukti hidupnya: nyokap. gue sering banget nanya “emang kenapa sih mesti kayak gitu?” kalo nyokap ga bisa jawab, gue keukeuh ga mau ngerjain apa yang dia suruh. mungkin ngerjain, tapi males, setengah-setengah. sekarang emang bukan zaman socrates, di mana agama belum bermunculan dan orang-orang percaya akan dewa-dewi dan mencari pembenaran akan keberadaan yang mereka puja tersebut. sekarang udah beda. malah satu agama bisa bercabang-cabang ajarannya. jadi semua kembali kepada lo. ga kayak dulu, sekarang semua orang punya pilhan, untuk percaya Tuhan atau tidak, menjadi fanatik atau tidak, menjadi yang makin melesak masuk ke bulu kelnci atau yang ingin memanjatinya. kayak ulangan aja, sebelum memilih kita butuh belajar. dan gue masih sedang belajar untuk apa yang nanti gue pilih.

kalo jembatan sirothol mustaqim bener-bener ada gimana?
darimana lo tau? karena semua orang yang satu keyakinan sama lo ngomong gitu? yaa gapa-pa kalo lo percaya. kan gue udah bilang di atas, kalo lo yakin sama yang lo anut, ya jalanin. kalo lo tiba-tiba ragu, cari tau sendiri apakah jembatan itu ada? kenapa ninggalin keraguan itu tanpa jawaban? kenapa lo selalu bertanya “gimana kalo itu beneran ada?”, tapi ga pernah bertanya “apakah itu bener-bener ada?” atau “bagaimana itu bisa terjadi?”. salah satu jalan adalah mulai belajar filsafat. itu kalo lo mau. orang yang paling bijaksana adalah orang yang tau dirinya tidak tau.

kalo ada putih, kenapa harus ada hitam yang menakutkan?
pertama-tama gue harus bertanya, apa yang mendasari pertanyaan lo itu? gue rasa filsafat mestinya emang udah dijadiin pelajaran dari sd. kalo kita belajar filsafat, yang tadi gue bilang, ga boleh menyimpulkan sesuatu cepat-cepat. ada baiknya lo bertanya dulu ‘apakah yang putih selalu menyenangkan, sedang yang hitam itu menakutkan?’ jangan salahkan mereka. hitam dan putih sudah sedih karena ternyata mereka tidak sekelompok dengan biru, merah, kuning, dan warna lain. mereka bukan warna. lo terpatok oleh keadaan yang sudah ada. orang-orang itu sudah meracuni lo bahwa yang putih itu menyenangkan, sedang hitam menakutkan. sama halnya seperti: seorang ibu masak di dapur. ayah nonton tv. si anak yang masih balita lagi main mobil-mobilan. tiba-tiba ayah, yang memang suka bertingkah aneh, melayang-layang di udara. si anak berteriak, “wow! ayah terbang”. sedang ibu yang melihat kejadian itu langsung pingsan di tempat. kenapa reaksi mereka berdua berbeda? itu karena anak kecil belum bisa membedakan mana yang bisa terjadi, mana yang tidak. sedang ibu sudah tahu, dan terpatok di pikirannya bahwa manusia tidak bisa terbang seperti burung. sama halnya dengan lo, terpatok akan sifat hitam-putih tadi.

kenapa Tuhan mempermainkan kita?
sama aja kalo kita lagi main robot-robotan. apakah robot tersebut bisa bergerak tanpa kita gerakan? tidak, kemudian kita mengisinya dengan batere. itu pula yang dilakukan oleh Tuhan. robot bisa bergerak, berjalan sendiri karena sudah terpasang batere di badannya. namun dia tetap tidak bisa bergerak bebas sekehenadaknya. kitalah yang memainkannya. robot itu berjalan lurus, dan bukan hal yang sulit buat kita kalo mau robot itu berbelok ke kanan, karena kita tinggal menggeser badan robot tersebut. sama halnya dengan manusia. kita ditiupkan ruh dan diberi kesempatan untuk hidup. bedanya kita tidak sekedar mesin-mesin atau kabel seperti robot, kita punya pikiran. seperti kata aristoteles, kita memiliki kemampuan untuk berpikir secara rasional, yang membedakan kita dengan binatang. di sini gue ga setuju sama spinoza yang bilang:”Tuhan bukan dalang.” sponoza menyamakan alam dengan Tuhan. “Tuhan itu segalanya, dan segalanya ada dalam diri Tuhan.” ga, ga kayak gitu buat gue. kita didalangi oleh Tuhan. itu jelas. gue pernah denger, bahkan sepucuk daun pun akan jatuh dengan seizin Tuhan. betapa jelasnya kalo hal sekecil itu saja didasari kehendak Tuhan? Tuhan dalang yang hebat dan agak egois. mengapa Dia membiarkan daun itu tumbuh kalo pada akhirnya daun itu meranggas? mengapa Dia beri kita hidup bila nantinya kita mati? sama seperti robot tadi, mengapa kita membelinya dan juga membelikan batere untuknya, kalo nanti dia akan karatan dan rusak? karena kita senang ada sesuatu yang nurut sama kita, dan tanpa cape-cape buat ngendaliinnya. maka Tuhan menciptakan banyak manusia agar dia tetap berstatus dalang. mungkin ini bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan setelahnya: kalo ada nyata, kenapa ada gaib? kalo ada mudah, kenapa ada susah? Tuhan mendengar pertanyaan itu.

Tuhan ada di mana?
itulah yang gue tidak bisa buktikan, karena selama ini gue menyembah yang tidak terlihat. tapi jelas Tuhan lah sang pembuat tangga alam, di mana manusia berada di posisi paling atas. maka kalo manusia berada di tangga teratas, membawahi makhluk hidup dan benda mati lainnya, berarti Tuhan melayang-layang dengan gesit di atas tangga itu. itulah yang menyebabkan Dia dapat mengatur segalanya tanpa kita bisa melihatNya. karena Dia terlalu tinggi dan cepat. atau karena kita yang terlalu rendah dan tidak dapat melihatnya dari sini? jelas Tuhan tidak mau diprotes karena itu. dan kenapa Tuhan kita sembah? gue tidak tau. mungkin itu pelarian dari kebingungan kita akan permberian kehidupan ini. kita tidak tau harus bersyukur atau malah marah diberi kehidupan. daripada pusing memikirkan keduanya, lebih baik kita sembah Tuhan saja tanpa mempertanyakan ini-itu lagi. dan gue rasa itu bukan jawaban yang logis, karena mungkin seharusnya gue membuka diri, bahwa pada dasarnya Tuhan lah yang menghidupi kita. dan st. paulus bilang, “dalam diriNya kita hidup dan bergerak dan menjadi.” karena kita hiduplah kita menyembahNya. kalo kita benda mati, kita tidak akan bisa menyembahnya. apakah selendang merah di atas lemari bisa menyembah Tuhan? sudah pasti semua orang menjawab dengan jawaban yang sama, bukan?

gimana? gue rasa seseorang belom puas sama jawaban dan penjelasan gue, karena dia masih tidak mau membebaskan pikirannya dari segala patokan yang sudah diracuni orang lain kepadanya. untuk mulai mencari tau jawaban yang lo inginkan adalah berpikir kayak anak kecil. buang patokan-patokan yang lo ketahui, tapi ga pernah sekali pun lo buktiin. tapi gue tidak ingin mendoktrin orang lain dengan pikiran-pikiran gue. karena “orang yang mengetahui benar akan bertindak benar”. yaa.. ini bukan masa orang-orang sophis di pra-socrates, jadi lagi-lagi semua kembali pada lo. kadang untuk melakukan yang kita anggap benar, kita harus melakukan banyak kesalahan. jangan goyah kalo tidak mau goyah. seperti jangan hidup kalo tidak mau berdosa.

Minggu, 23 November 2008

HOAAHHEEMM!!

sang beruang tidur, dan tak ada yang berani ganggu dia.. oh sibuknya.. aku sibuk sekali.. aduh.. udah berapa zaman nih gue ga posting? alamaak.. blom jadi artis udah (sok) sibuk dah. ini semua gara-gara kepsek anjeeng. kelas xi masuknya siang jadinya!! lagian, tiap gue mau nulis, pikiran gue bercabang-cabang, jadinya bingung. pasti jadinya mencar-mencar. tapi siapa juga ya yang ngelarang gue nulis mencar-mencar? jadi kali ini gue mau nulis macem-macem topik pendek, beberapa hal yang baru gue alamin.

sambil nunggu kejelasan the surachmans yang ga jelas-jelas, gue punya band lain bareng gebetan (beneran) bebek, si kiwil. gue gitarisnya, emang gue bisanya main gitar doang. gue juga bisa bass dikit-dikit, tapi entar kurang eksis kalo jadi bassis. nguahahah, ga deng, emang udah ada yang jadi bassisnya. oia, ada kejadian yang, menurut gue sih, lucu di balik pembuatan band ini. ngemeng-ngemeng kita blom punya nama. ada beberapa pilihan kayak: lankarte (bahasa jermannya peta), arslane (gabungan nama personel), the wall of memories, the dying of mary.. no news juga kedengarannya bagus.

oia, kejadian lucunya itu gini: awalnya baru ada drummer dan dua gitaris. nah gue dapet tugas nyari bassis. setelah nanya-nanya, si a’thoina punya temen cewek yang anak band gitu, tapi dia gitaris juga. gue (sok) optimis, ntar dia juga main bass kalo awalnya bisa main gitar. namanya, buat gue, jawa abis, mamas. gatau deh itu nama benerannya atau panggilan. dan mudah-mudahan dia ga pernah tau cerita ini. gue ga pernah kenal dia sebelumnya. tapi kalo dari nama dan balesan-balesan smsnya itu gue pikir anaknya asik. karena selama pengalaman, gue pernah kenal sama temen-temen cewek gue yang namanya jawa banget, tapi good-looking dan menjulang-menjulang gitu. dan gue pikir si mamas juga seperti temen-temen gue itu. kebiasaan gue suka menilai semua orang itu sama. udah deh tuu, gue kasih tau visi-misi (caelah) band yang mau kita bentuk.

dan pas ketemu sama orangnya.. well, well.. pas si mamas udah pulang, tapi personel laen masih ngumpul, si adit, drummer, bilang, “gini, gini.. mm.. kalo bikin band, yaa mao-ga mao kan mesti apa yah.. good-looking gitulah. tapi gue liat si mamas ga good-looking. bad-looking, malah! ga mao kan lo punya anggota band alay gitu.” gue agak bingung juga harus berkspresi apa. antara ga enak, karena (lagi-lagi) fisik jadi patokan, atau gue mesti bersyukur karena adit udah jujur dan sehati sama gue. akhirnya gue yang bertugas mengeksekusi si mamas dan sepik-sepik kita ga jadi biikin band. terus belakangan si mamas sms gue: “shel, kita bikin band lagi tuk. Lo gabung sama band gue, mau ga?”. Ga mao munafik, gue ketawa, ngakak. ntar deh mas, kalo kangen band ga laku lagi, kemungkinan (sangat kecil) gue mao ngeband sama lo. kalo kangen masih eksis, gue takut kita punya saingan berat.

di lain kisah, gue sekolah hampir ga pernah dapet apa-apa. dikarenakan godaan buat becanda sama bebek lenih kenceng daripada hasrat buat belajar. masuk siang, bawannya ngantuk, bosen, duduk di sebelah bebek.. yaudadeh, kegirangan para setan-setan yang godain gue. kita paling sering memanfaatkan pelajaran bahasa inggris sama indonesia buat cengangas-cengenges. sebenernya sih setiap pelajaran, tapi kedua pelajaran itu the most right time buat cekikikan, jepret-jepretin si mamet, yang masih berani idup, nyela-nyela orang, saling bertukar cerita dosa-dosa yang pernah dilakuin, ngeliatin keahlian bebek mengemabng-kempiskan idungnya yang kayak bekantan, terus ketawa-ketawa tapi mesti ditaha.. ampe akhirnya gue ga bisa nahan dan hampir disuruh keluar dari kelas. hadoh, hadoh.. saling mencacatkan diri deh. makin cacat gue gara-gara bebek, juga sebaliknya.

terus, keputusan gue mulai menjadi orang yang agnostik. apa itu? orang yang tidak bisa membuktikan tuhan itu ada, tapi juga ga bisa ngebuktiin kalo tuhan itu ga ada. dalam beberapa hal, gue suka ga percaya tuhan itu ada. kayak: buat apa sih kita idup, kalo semuanya yang ngatur tuhan. apakah tangan kita bisa bergerak karena kehendak tuhan? bukan, tapi karena pancraindra kita pengen tangan kita, yang punya macem-macem otot, bergerak. tapi di lain hal, gue percaya tuhan itu ada. berawal dari gue baca pendapat filosof berekeley: “ini bukan masalah siapa kita. tapi apakah kita? kita hanyalah makhluk yang hidup di dalam impian tuhan.” gue jadi mikir, gimana kalo berkeley bener? selama ini gue ga nyata, tapi cuma impian tuhan, dan gue hidup di sana. karena tuhan mempunyai kekuasaan tertinggi, tidak seperti manusia, dia bisa mengatur mimpinya. berarti ketika gue bermimpi dalam tidur, pada dasarnya, di dalam impian tuhan itulah gue bermimpi dan lagi-lagi tuhanlah yang mengatur mimpi gue, dan kapan gue harus bangun.

dan juga gue merilis (alah) blog baru gue yang isinya puisi bikinan gue sendiri. cekikidot here y’all!

Selasa, 11 November 2008

jangan lari, ntar jatoh

emang naluri calon anak flsafat ui (ehem, ehem!) ato emang calon pejabat, saya sering menyepelekan yang penting dan mementingkan yang sepele. tukang ojek bilang “jangan lari, shel! ntar jatoh!” aja saya pikirin seserius ini dan ampe saya tulis di blog kan? makanya kalo seseorang bilang ga penting, jangan pikir saya bakal nganggep ga penting juga. begitu juga sebaliknya, kalo orang bilang penting malahan ntar saya anggep ga penting.

kenapa si tukang ojek langganan saya, bang joker namanya, ampe bisa bilang kayak gitu? emangnya dia baru aja ngeliat saya lari-larian? ga lah, saya ga lagi maen galaksin kok waktu ketemu dia. lalu, apa yang melandasi dia bisa mengeluarkan kata-kata itu? apa ya? kayaknya iseng doang. tapi kenapa mesti “jangan lari, shel! ntar jatoh!”? emang ga ada kalimat yang lebih iseng, apa? misalnya, “pulang sekola, shel?”, atau “darimana, shel?”. yee itu mah keterlaluan banget isengnya, kalo jelas-jelas dia ngeliat saya pake seragam. kenapa ya? kapan sih dia ngeliat saya lari? jangan-jangan dia punya intel yang disuruh buat ngikutin saya. soalnya saya emang sempet lari-lari di sekola, pas bebek pengen nyamperin saya, tapi sayanya malah disengajain lari, takut masuk neraka kalo ampe disamperin bebek.

terlepas dari semua itu... saya emang hobi lari. ‘lari’ yang dimaksud di sini bukan lari yang berarti bergerak cepat dengan kaki, yang bisa bikin betis kenceng dan badan jadi enteng. ‘lari’ yang suka saya lakukan itu berlari dari kenyataan (lebai, lebai!). apakah sekarang saya sedang berlari? iya, setiap detiknya, tanpa saya sadari. misalnya, minggu ini kan pekan ulangan. saya belajar, pada kenyataannya saya males banget. tapi kalo saya ga belajar, saya mesti ngadepin kenyataan lainnya kalo kenyataannya saya sekola bayarnya bukan pake daon. terus ntar kalo dapet jelek, saya males remed. dan kenyataannya saya emang mesti remed. jadi, daripada saya dikejar-kejar kenyataan, mending saya lari dari kenyataan pertama dan akhirnya saya belajar deh. yaa.. emang kenyataannya kalo kerja jadi pelajar mesti belajar. sama aja kalo kerja jadi pelacur mesti melacur. sebelumnya juga mesti jadi pelajar dulu sebelum jadi pelacur, belajar melacur. baru deh abis itu bener-bener melacur. terus pelacur melacurnya di monas, di deket air mancur. dilacur, dibayar pake semangkok bubur. terus yang dilacur kabur. pada akhirnya, pelacur akan jadi kaum yang hancur dan penghancur. yang nulis ikut ancur.

dan akhirnya saya jatoh juga. bener, kalo kita lari, resikonya ya jatoh, cape atau karena kesandung sesuatu. selama ini saya terlalu serius lari-lari, terlalu menggebu-gebu. lari, nyembunyiin marah, kesel, dan emosi saya dibalik ketawa-ketiwi saya. lari, kalo saya ga sebaik yang dianggep nyokap-bokap dan orang lain. lari, usaha merjuangin sesuatu yang kayak gelas beling, gampang pecah. lari, harus selalu jadi pihak yang sabar dan ngalah. dan inilah waktunya saya marah!! saya sedih!! saya kesel! saya kecewa! saya malu! saya benci!

ngapain dulu saya lari-lari kalo pada akhirnya bakalan jatoh kayak gini? soalnya dia nuntut saya lari. dia ngejar-ngejar saya terus. saya juga ga bisa bohong dan sembunyi dari dia. dialah yang saya akui saya kalah sama dia. dia yang satu-satunya yang ga bisa saya bohongin selain Tuhan. bisa jadi, dia yang nyuruh bang joker nyampein ke saya “jangan lari, shel! ntar jatoh!” padahal karena dikejar dialah makanya saya lari.

dan kejatohan kali ini saya hadapi dengan er dan be night, bersama destiny’s child, usher, frankie j, and many more.. ng, craig david itu er dan be bukan sih?

oia mau tau siapa si ‘dia’ yang ga bisa saya boongin? gampang kok. tinggal ketik reg sepasi dia kirim ke 4455. sms yang kamu terima, langsung dari hp saya!

tut-tut. tut-tut.

sender: 4455

waktu

Jumat, 31 Oktober 2008

the most acaacamaricahehe creature in this world (part II)

setelah gue idup di ipb atu minggu dan mula ngeblend sama yang lain, ternyata yang gue anggap ‘oh yaampun’ ga se’oh yaampun’ yang gue kira. sebenernya kan ada anak tiga dance, tapi salah satunya keluar dari sekolah, jadi tertinggalah dua lainnya di kelas gue. dan merekalah satu-satunya golongan yang lolos dari list ‘oh yaampun’ gue, karena mereka emang ga sekebek kandidat lainnya.

tapi yinyang always works for me. kandidat lolos atu, eh ada yang daftar ngegantiin duo dance itu. aduh aduh. awalnya ga ada yang spesial dari makhluk ini. tapi waktu ulangan pariwisata (selalu jadi sumber masalah) gue nanya sesuatu dan dia ngasih jawaban yang salah, dan itu nyebabin gue mesti remed, gue mulai merasakan sesuatu yang spesial dari makhluk ini. waw, how special he is to abusing. jadilah naluri gue yang sempet terpendam di kelas x, menggelora kembali mencari pelampiasan. dan si tompel inilah yang bakalan jadi pelampiasan terbaik gue selama dua tahun ke depan nanti.

soo gue tiap harinya nyela-nyela si tompel. apalagi tau mariteng, bebek, a’thoina, ngayam, dan atu kelas ternyata satu visi dan misi sama gue. makin bekoar deh gue. dia salah dikit, bereng-bareng dicela. setiap ada guru yang minta diapusin papan tulis, selalu tersebut satu nama. si tompel itu. sumpah, gue ga ngerti kenapa ada orang yang suka ga mengenali dirinya sendiri. si tompel tuh udah jelek, sok ganteng banget. setiap ada anak cewek yang manggil dia, dia pake naik-naikin alisnya gitu. kalo yang ganteng ada yang kayak gitu aja masih dicela, apalagi dia! udah gitu, dia kalo ngomong sok pake bahasa inggris segala. plis deh, mao nyaingin cinta laura? cinta laura aja yang bule gue eneg, apalagi si tompel! huh!

seneng banget gue pas dia kemaren ulang tahun. sempet dibanting gitu sama anak cowok. abis deh dia. pas pulang dikerubungin atu kelas. terus anak cowoknya yang pada anarkis pada dorong-dorong dia. malah si raja tega nendang si tompel ampe tangannya berdarah. pas lagi anarkis gitu, tau-tau sepatunya si tompel copot. dioper-oper, ampe akhirnya ada yang nyuruh buang ke bawah. waktu itu kelas kita lagi netap di lantai atas. sekut tuh si tompel. terus akhirnya anak-anak ngebebasin dia, dia turun ngambil sepatunya. tapi si banci gagap udah duluan ke bawah, terus dia ngelempar sepatu si tompel ke atas lagi. hiyyaa lho.. mampus tuh si tompel! seneng banget gue dia dianiaya kayak gitu. yaudadeh, gue makin kesenangan, gue tereakin aja biar sepatunya dimasukin ke tempat sampah. langsung deh si raja tega masuk-masukin sepatunya ke tempat sampah ampe dalem secara brutal. terus ditumpuk lagi sama sampah dari tempat sampah laen. udah merasa cukup, kita semua turun dan ga peduli nasibnya si tompel. waw, perayaan spesial dalam rangka ulang tahun spesial untuk orang yang spesial!

the most acaacamaricahehe creature in this world (part I)

awalnya pas kenaikan kelas, gue pikir bakalan seru nih anak-anaknya di ipb. karena waktu itu gue males banget ke sekolaan buat daftar ulang, jadi pengetahuan gue tentang siapa aja yang bakal sekelas sama gue minim sekali. dan begitu bebek ngasih tau gue siapa aja yang bakal atu kelas sama kita berdua, gue agak cengok juga. ada beberapa golongan yang menurut gue ‘oh ya ampuun..’. misalnya tiga anak dance yang gue denger lumayan kebek, si pacarnya bebek yang MEMANG SANGAT kebek, ada ratu pesan singkat yang ga ada bedanya sama cowoknya bebek, ada bule gsms (gila sinting miring, serius) yang suka berpetualang sama agama, ada penggila komik yang asli kayak komik, suka ga jelas pangkat dua.

emang bener juga sih kalo ipb kelas autis. kalo ada psikolog yang mau nyari bahan penelitian, kelas gue sangat direkomendasikan. masalahnya anak-anak ipb kejiwaannya agak dipertanyakan seluruhnya. ada yang suka banget tepok tangan, dikit-dikit tepok tangan. ada juga yang hiperaktif plus raja tega, bisa nyakitin orang sesadis-sadisnya. kayaknya sih tuh anak bakalan jadi calon pembunuh. ada juga yang kalo ngomong selalu gagap, cepet-cepet dan ga jelas, ya itu cowoknya bebek.

ada juga cowok yang tampangnya kebulean gitu dan bisa bahasa apa aja. kalo lagi pelajaran bahasa indonesia, jelas kita semua ngomong pake bahasa indonesia. tapi giliran pelajaran bahasa asing, macem inggris, jerman, dia doang yang pake bahasa asing itu. ckck.. so special banget khaan?? terus si bule ini suka berpetualang juga. bukan berpetualang jalan-jalan, tapi dia emang agak ekstrim, berpetualang agama. ekstrim dan tidak biasa, bukan? yaiayalaa, kan so special. awalnya dia islam. terus setelah dia absen berhari-hari, tiba-tiba pas masuk sekola dia pindah jadi nasrani. acaacamarichehe. pake tato salib gitu di tangannya, terus pake kalung salib gitu dwech.. eh.. abis itu, dia ga masuk lagi, lumayan lama juga. dan pas masuk, mungkin bosen atau emang minta diomongin atu sekolaan, dia pindah gitu aja ke islam lagi. waw, how special he is.. emang hobinya kali ya minta dijadiin bahan omongan orang. terus ada lagi nih. waktu pas lagi pelajaran pariwisata (o-o..) kosong, dia tuh dengerin musik dari hpnya gitu pake headset. busett, heboh banget. pake joget-joget sok aseek gettohh.. emang anak cowo ipb autis semua, mereka menggeser meja ke depan kelas, terus pada nyuruh si bule gsms sekalian joget di atas meja yang udah mereka sediain khusus untuk si so special. oh yaampun, dasar emang bule gsms. bener aja dia langsung naik ke atas meja. waduh-waduh, hebring pisan nih. gatau kegerahan joget-joget atau emang minta diomongin, dia nurut aja pas anak cowok nantangin dia buka baju kokonya. acaacamarica. apa yang harus gue lakukan sebagai seorang cewek? tentunya membelakangi bule gsms yang lagi berstrip-tease ria di depan kelas sambil headset tetep di kupingnya. weits, makin hebring pisan pas anak cowo kelas gue ngundang kelas sebelah yang juga lagi ga ada gurunya, buat nonton gratisan bule gila strip-tease. jarang-jarang kan ada yang strip-tease di sekolah. malahan bisa rekor nih, karena belom pernah terjadi di sekolah manapun.

busett. mungkin emang pada niat mau bikin tenar nih bulegila, para penonton asik-asikan ngerekam adegan yang amat tidak senonoh itu. aduhaduh, gue sebagai manusia biasa cuma bisa geleng-geleng kepala ngeliat betapa terpuruknya pelajar indonesia sekarang. ckckck..makin lama makin panas. tapi engga buat anak cewe kelas gue. anak cowo pada tereak-tereak, “buka celananya dong sekalian!”. waduh-waduh, panik deh kita. untungnya sih si bugil masih punya cadangan otak, dengan mengesampingkan kalo nanti fans dia berkurang, permintaan penonton yang makin menggila tidak dia turuti. kita pun cewek-cewek menglus dada dan mengucap puji syukur sebanyak-banyaknya kepada Tuhan yme yang udah nyelamatin kita dari perzinaan (lebai, lebai!). zina mata, maksudnya.

sebenernya sih banyak banget kespesialan bule gsms yang lain-lain, tapi gue informasikan yang baik-baik aja buat keselamatan seluruh manusia di dunia, terutama para pelajar, supaya tidak mencontoh si bule gsms ini. ada satu lagi sih, tapi sumpah, ngingetnya aja gue males, apalagi nulisnya. tapi bolehlah, demi keselamatan kita semua, gue pun memutuskan untuk menceritakan ke spesialannya yang paling spesial.

waktu itu pelajaran sastra, kita baru aja belajar tentang aliran-aliran puisi. dan masing-masing dari kita disuruh bikin puisi dan harus bisa nentuin aliran apa yang kita pake dalam puisi kita itu. atas dasar autisme, atu kelas tepok tangan berkepanjangan, pake ada yang ‘suit-suit!’ segala pas akhirnya giliran si bule gsms. heboh, lebai. mulailah si bule ngebacain puisinya yang fenomenal abieszt.

“suara hati sang penulis.
ibu.. aku hanyalah..”

oh, tentang perasaan bersalah sama ibunya. gue pun angguk-angguk aja. tapi.. eh, eh. gue mulai berasa ada yang ga beres pas dia melenceng segala nyebut-nyebut nama-nama pulau. dan ia pun..

“aku ingin mencicipi spermamu..”

-krik.. krik.. krik..- (suara jangkrik)

what the ...?! karena gue ngeliat guru sastra, bu telu, guru favorit gue cuma diem aja, soo.. gue pun ngikutin dia aja, diem ngeliat betapa spesialnya nih anak atu.

plis, jangan nanya apa-apa karena gue ga akan menjawab apa-apa.

gendut.

selama ini kalo lagi di angkot mau pulang, gue sering bengong dan mikir. yaa mikir macem-macem tapi bukan yang macem-macem tanda petik laa. biasanya menebak-nebak orang yang saat itu satu angkot sama gue. bertanya-tanya dalam hati mau tau aja, siapa namanya, di mana rumahnya, sifatnya, cara mikirnya kayak gimana..

contohnya ini. beberapa hari yang lalu gue satu angkot sama beberapa anak smp. tapi yang berhasil menarik perhatian gue adalah seseorang siswi smp gendut. waktu ada penumpang mau naik, si abang-abang angkot tereak, “geser-geser.. masuk aja, de.” ga jelas juga dia tereak-tereak ke ade yang mana soalnya kan sebagian penumpangnya anak sekolaan. terus waktu ada yang mau naik lagi, si abang tereak-tereak lagi, “aduh, geser dong de. duduknya daleman dikit. udah dibilangin juga. ga denger ye?” kali ini pake nyolot. gue sadar ternyata tereak-tereakan si abang dari tadi ditujukan buat si siswi gendut tadi, karena menurut si abang angkot dia menghalangi orang lewat lantaran duduk di deket pintu. gue yang ngerasa gendut juga, dalem hati sih nyolot juga sama si abang-abang bacot itu dan kesiyan sama si gendut. udah mana ekspresi si siswinya pasrah-pasrah aja akan tereakan abang angkot yang lumayan bikin sakit hati, tanpa ada perlawanan. kalo gue, emosi gue udah bungee-jumping duluan dah, terus menggerutu pelan, minimal abangnya denger sebagian gerutuan gue. akhirnya si siswi tadi menggeser dikit badannya ke dalem. dan mulailah bermunculan berbagai pertanyaan di otak gue. waw, ternyata gue masih punya otak.

kesiyan banget nih anak, disalahin gara-gara kegendutannya. padahal sih gue liat cara dia duduk ga seganggu yang dianggep abang-abang bawel itu. apa dia emang sering disalahin atas kegendutannya kayak gitu ya, makanya pasrah? apa kegendutannya itu selalu jadi bahan omongan, malah tertawaan orang lain? sesalah itukah menjadi seseorang yang terlanjur gendut? gimana ya perasaannya karena harus menanggung semua itu?

pernah ga ya dia nyesel jadi gendut dan pengen berubah? apa hal kegendutannya itu ngebikin dia menjadi sepasrah itu karena ga ada tempat untuk dia yang pada kenyataannya sangat membutuhkan tempat? apa kegendutannya itu juga yang mendasari dan membentuk cara berpikirnya? apakah kalo dia ga gendut kayak gitu, dia akan tetep sepasrah itu ketika dibacotin hal yang serupa sama orang lain? itulah yang gue pikirin selama perjalanan pulang. dan akhirnya harus gue akui gue ga ngedapetin satu jawaban pun dari kemau-tauan gue yang berlebihan.

kenapa ya, lagi-lagi fisik yang jadi patokan? yaa ga bisa gue pungkiri juga kalo gue masih sering mempermasalahkan fisik orang lain, tapi gue spesialis muka. kalo udah mukanya di bawah standar, terus orangnya belagu, udah deh.. naluri nyela gue bisa tersalurkan dengan lancar tanpa takut darah tinggi. gue jarang yang namanya tereak-tereakan nyela orang “ e gendut lo dasar!” “ e ceking lo dasar!”

waktu kecil gue gendut. sampe kelas lima sd gue typus, gue berubah jadi kurus. kata nyokap, mata gue yang emang sipit dan main terhimpit sama pipi gue yang kaya bakpao, jadi keliatan cekung, dan bentuk muka gue yang awalnya bulet kayak telor jadi mulai berbentuk, kayak muka manusia pada umumnya. eeh, kelas enam gue kena typus lagi, jadi gendut lagi, soalnya dokter nyuruh gue banyak-banyak makan. karena saat itu dan ampe sekarang masih pinteran dokter daripada gue, jadinya gue nurut-nurut aja deh.

gue pernah beberapa kali mencoba diet. bukan diet yang serius, yang pake ahli nutrisi segala. palingan yang misalnya ga makan malem, puasa senin-kamis, ga makan chiki dan teman-temannya, sampe yang terakhir nyoba-nyoba ga makan nasi. tapi dari semua itu yang lumayan berhasil cuma program ga makan malem gue. sampe akhirnya, kira-kira setahun yang lalu ketika gue terus beranjak dewasa (sial!!) dan cara berpikir gue mulai matang, pas gue abis mandi terus ngaca gue tersentak. oh ya ampun! siapa itu dicermin? lucu sekalii.. weits, itu awalnya. tanpa gue sadari gue berpikiran, emangnya kenapa kalo gue gendut? gue masih idup kok dengan kegendutan gue. masih ada yang mau dengerin gue ngomong, masih ada yang ketawa atau minimal nyorakin kalo gue jayus, dan yang paling penting masih ada yang mau kok gue boongin..

semua orang penah sakit hati kok. gue sendiri juga pernah dibikin sakit hai gara-gara kegendutan gue itu. tapi sakit hati itu ga ngabisin sebagian idup gue kok. masih banyak ga sakit hatinya jadi orang gendut daripada yang nyakitinnya. jadi.. kenapa takut jadi gendut? si neteng aja mau jadi gendut, gue yang dikasih gendut sama Tuhan sudah patutnyalah bersyukur dan membuang pikiran buat jadi kurus. soo, mari kita bergendut-gendut ria!

gue: mah, bagaimana rasanya menjadi gendut? (sambil menyodorkan tangan seakan-akan ada mic)
nyokap: (-sedikit- ngeludahin tangan gue seakan-akan ludahnya wangi)

Minggu, 26 Oktober 2008

ckckck.

gue tadi siang baru aja nonton berita, terus ada berita yang nginform, ada ulama gitu, syeikh apaa gitu, yang mau nikahin cewek yang usianya 12 tahun, 11 tahun 8 bulan tepatnya. ada pertempuran hati juga pas nontonnya, antara mau pindah channel atau tetep ngikutin berita aneh itu. mau tetep nontonin, gue nyolot banget nontonnya. mau diganti, penasaran juga. akhirnya ga gue ganti ampe beritanya abis sambil gue memaki-maki, walaupun ada bokap juga yang lagi nonton.

gue nyolot banget! waktu ditanya-tanya sama wartawan dan reporter, cara ngomongnya itu lho.. pengen rasanya gue gampar! belagu banget! berasa dia yang paling bener, macem surachman. menurut berita, syeikh ini mau nikahin anak kecil itu buat persiapan si anak itu buat ngurus manajemen usahanya, gue lupa dia usaha apa. cari aja lagi di web lain buat berita yang selengkapnya. terus pas dibilang dia melanggar uu pernikahan, secara dia nikahin anak di bawah umur dan uu agama, beuhh.. dengan sombongnya dia nunjukin koleksi buku-buku yang dia tulis sambil bilang kalo dia itu sudah benar menurut apa yang diyakininya. abis nanti dia nikahin cewek 11 tahun, rencananya dia juga mau nikahin anak yang umurnya masih 9 tahun! a***** banget ga sih? mimiknya tuh kalo ngomong juga sombong. darimananya sih dia dipanggil ulama? karena dia pake gamis putih dang ngalungin tasbih yang gede? men, siapa aja juga bisa kalo gitu!

udah gitu, katanya dua anak kecil itu direkomendasiin sama istrinya yan pertama. dan pake seleksi segala buat jadi istrinya itu! gilaa.. di mana harga diri perempuan? gue nyolot lah. perempuan kan juga berhak atas kemerdekaan dirinya sendiri. juga ini hak atas anak. gila, umur segitu dikawinin? ga ngerti deh! dan hebatnya lagi, orangtuanya tuh yang ngedukung anaknya buat dikawinin! kenapa sih syeikh itu ga jadiin mereka anaknya aja sih? ketawan banget pengen 'nyobain' anak kecil itu juga.

gue harap pihak yan berwenang buru-buru deh nyelesaiin ini ulama-ulamaan! kalo ga mau moral negara dan agama kita makin terpuruk.

apa sih maunya nih orang selain minta diomongin?!