di saat yang lain memikirkan kesenangan dirinya sendiri, mengapa saya malah berpikir tentang demokrasi terus-menerus?
tentang konspirasi atas kemerdakaan hak-hak saya yang sebenarnya.
mengapa saya bisa begitu kritisnya?
mengapa otak saya tidak bisa berhenti berpikir tentang semua itu?
mengapa saya selalu merasa tak ada yang sepaham dengan saya?
mengapa tak satu pun yang atau ingin mengerti apa-apa yang saya utarakan?
mengapa saya selalu berpikir tentang perubahan?
keadaan gila ini terlalu soild unutk saya ubah.
karena inikah saya terus-menerus berpikir?
karena apa yang ingin saya ubah hanya dianggap sekedar luapan energi dari masa muda yang berlebihan?
mengapa mereka tak mau mendengarkan pertanyaan saya dan memperdengarkan alasan mereka?
menapa mereka tak melontarkan satu pun alasan dari sejuta pertanyaan saya?
mengapa?
waktu saya terlalu pendek untuk diacuhkan.
Selasa, 16 Desember 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar